AIR TERJUN TUNDON PITU
AIR TERJUN TUNDON PITU
terletak di desa puspo kabupaten pasuruan
Tampilkan postingan dengan label tempat eksotik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tempat eksotik. Tampilkan semua postingan
air terjun tundon pitu
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
gunung WELIRANG
gunung welirang..(3.156 m dpl)
merupakan salah satu gunung yang masih aktif di jawa timur "Welirang" dalam bahasa Jawa berarti belerang. Gunung Welirang mempunyai ketinggian setinggi 3,156 meter dan memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. ...
kami berangkat dengan naik motor dan berhenti di pos pendakian di belakang hotel surya..ah lama2
JALIR PENDAKIAN
setelah kami sampai di teretes tepatnya di pos pendakian/pos PHPA dengan ijin dan membayar cuman Rp4500 per orang dan parkir motor Rp 2000/hari kami langsung berangkat lewat pep bocor setelah satu jaman lah anda akan mencapai suatu tempat yaitu kop-kopan di sini air melimpah ruah bahkan ada jambannya pada saat2 tertentu di sini jua ada warung...uuuuhhhhh seger pendaki disarankan mengisi botol persediaan minum dan masak di sini karena mungkin anda akan sulit mencari air di atas meskipun ada.
setelah itu kami berjalan beberapa jam dan akhirnya sampai di daerah tempat menginapnya para penambang belerang yang menurut kami sangat unik setelah lama2 melepas lelah kami lanjutkan lagi ke puncak.......
uda dulu ya...maap singkat tap intinya....SIIPPPPP
merupakan salah satu gunung yang masih aktif di jawa timur "Welirang" dalam bahasa Jawa berarti belerang. Gunung Welirang mempunyai ketinggian setinggi 3,156 meter dan memiliki kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. ...
pada liburan sekolah saya berencana naik ke gunung welirang bersama teman....kami bersepakat untuk mendaki ke gunung welirang dengan mengambil jalur kop-kopan teretes dengang anggota 4 orang anggota.gunung penanggungan dari welirang
kami berangkat dengan naik motor dan berhenti di pos pendakian di belakang hotel surya..ah lama2
JALIR PENDAKIAN
setelah itu kami berjalan beberapa jam dan akhirnya sampai di daerah tempat menginapnya para penambang belerang yang menurut kami sangat unik setelah lama2 melepas lelah kami lanjutkan lagi ke puncak.......
begitu indahnya pemandangan di sana dengan berbagai macam hewan tumbuhan dan juga tantangan..pondokan,welirang
uda dulu ya...maap singkat tap intinya....SIIPPPPP
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
Gunung kelud
Gunung Kelud (1113,9 mdpl) merupakan salah satu gunung api yang aktif yang terletak di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Kediri, dengan ketinggian 1.791 meter dari permukaan laut. Gunung Kelud termasuk Gunung Api tipe strato dengan danau kawah yang tingginya 1113,9 meter Gunung Kelud termasuk gunung api dengan tipe A yaitu gunung api yang masih aktif melakukan aktifitas letusan.
Akibat aktifitas letusan yang terjadi sekarang ini Kawah Kelud berbentuk danau kawah yang luas di puncaknya. Danau kawah yang berwarna kebiru-biruan merupakan keindahan alam yang disajikan oleh Gunung Kelud. Danau kawah di kelilingi oleh tebingtebing yang menjulang antara lain Tebing Gajah Mungkur dengan ketinggian 150 meter, Gunung Lirang dan Gunung Kumbang.
Tebing-tebing ini sering digunakan untuk lokasi pemanjatan tetapi kondisi batuannya mudah lepas. Untuk mencapai Kawah Gunung Kelud paling mudah, lewat Desa Margomulyo. Dari Malang, naik Bus menuju Kediri dan turun di terminal Pare sekitar 2,5 jam perjalanan. Dari Pare perjalanan diteruskan menuju Wates, dengan Minibus, menempuh jarak 24 Km (45 Menit). Untuk menuju Wates bisa juga di kota Kediri atau Kota Blitar dengan minibus.
Dari Wates, naik Angkot menuju Desa Sugih Waras (30 menit) dan turun di Pos Penjagaan Perkebunan Margomulyo. Disini kita harus melapor sebelum melakukan perjalanan ke Gunung Kelud hanya meninggalkan identitas. Satu kilometer dari Pos penjagaan terdapat Pos Vulkanologi pada ketinggian 668 m dpl. Disini kita bisa minta informasi lebih lanjut tentang kegiatan Vulkanis Gunung Kelud.
Menjelang puncak kita bisa menyaksikan pemandangan yang sangat menarik, berupa hamparan lereng-lereng gunung yang tertimbun pasir vulkanis bekas letusan yang mulai di tumbuhi vegetasi baru. Diujung jalan aspal perjalanan diteruskan melewati jalan berbatu sepanjang 700 meter dan memasuki terowongan Ganesha sepanjang 200 meter, kita akan sampai di Danau Kawah Gunung Kelud.
Danau kawah terisi oleh air yang bewarna kebiru- biruan, dapat digunakan untuk mandi dan berenang, tetapi harus waspada dan memperhatikan aktifitas Danau Kawah serta perubahan suhunya. Suhu rata-rata air danau 38 derajat sehingga terasa hangat dan mengandung belerang. Disekitar danau kawah ini terdapat terowongan pembuangan air yang dinamakan Terowongan Ampera dengan panjang 1200 m yang merupakn saluran pembuangan air kawah. Sekitar danau kawah gunung Kelud merupakan dataran berpasir yang luas dan ditumbuhi bunga Edelweis. Di dataran pasir ini terdapat beberapa tempat yang mengeluarkan asap belerang. Uap Belerang yang keluar dapat digunakan untuk mandi uap.
Danau Kawah Kelud yang kebiru-biruan dan dikelilingi bukit-bukit bertebing batu curam yang diselimuti kabut tipis merupakan panorama yang sangat menakjubkan.
Bila membawa kendaraan pribadi dan pada musim kemarau, kita bisa lewat jalur alternatif yang lebih cepat. Dari Malang, kita menuju Blitar, di Garum (7,5 Km sebelum Blitar) diteruskan menuju ke arah utara (ke kanan) kearah Candi Panataran. Dari Desa Kedawung, 2 Km dari Candi Panataran, kita menuju Desa Sugihwaras melintasi bekas padang lahar dan jalan tanah, melewati Desa Sumber Asri, Perkebunan serta Desa Sempu dimana kita menemui lagi jalan beraspal.
tempat loket masul bisa liat di sini
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
salah satu sahabat
SALAM RIMBA
Ini adalah perjalanan bersama sahabat-sahabatku yang sama-sama menjadi anggota PA CAKRAWANA,Kami berlima melakukan perjalanan inipada tanggal 17 Agustus 2008.Kami melakukan perjalanan ini untuk merayakan kemerdekaan tanah airku tercinta.
Memang perjalanan ini begitu melelahkan bagi kami berlima sampai-sampai salah satu teman kami mengalami kram perut, tapi disitulah kami merasa begitu dekatnya pertemanan kami berlima sehingga bisa melalui itu semua. Cerita ini berawal saat Awik ingin menjejakan kakinya dipuncak Arjuno untuk pertama kalinya. Andre, Deden, Hasan, dan Ulil bermaksud mengantarkan perjalanan yang berkesan itu.
Dan dalam perjalanan ini merupakan kali pertama bendera CAKRAWANA didokumentasikan digunung Arjuno, karena pendaki sebelumnya tidak pernah membawa dokumentasi, mereka hanya mengenang dilubuk hatinya masing - masing.
Jadi kami berpesan pada generasi penerus agar lebih mengutamakan kekeluargaan dan persaudaraan yang lebih baik dan bisa memajukan PA. CAKRAWANA sampai akhir hayat kami masing-masing. Serta jagalah nama baik CAKRAWANA, kwalitas, kwantitas dan tetap satu tujuan.
Dan dibawah ini adalah sebagian dari dokumentasi yang sangat berharga bagiku dan teman-teman, walaupun sebenarnya kenangan itu tersimpan dihati kami masing-masing.
Dan dibawah ini adalah sebagian dari dokumentasi yang sangat berharga bagiku dan teman-teman, walaupun sebenarnya kenangan itu tersimpan dihati kami masing-masing.
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
memorial,
tempat eksotik
Gunung Penanggungan
Gunung Penanggungan 1.653 m dpl, terletak di perbatasan Pasuruan dan Mojokerto. Jika anda melakukan perjalanan darat dari Surabaya menuju Malang, selepas keluar dari Jalan Tol Gempol, akan terlihat sosok Gunung Penanggungan dengan kondisi puncaknya yang tandus, terlihat seperti sosok Mahameru (puncak Gunung Semeru), sebagian menandainya sebagai miniatur Mahameru.Dengan ketinggian sekitar 1.653 m dpl (meter dari permukaan air laut), puncak Gunung Penanggungan terdiri dari batuan cadas dan jarang ditumbuhi pepohonan, sehingga dari jauh terlihat botak. Secara administratif kawasan hutan gunung penanggungan berada pada wilayah perlindungan KPH Pasuruan.
Pada malam hari, udara di puncak berkisar sekitar 10 - 15 derajat sedangkan pada siang hari berkisar sekitar 15 - 25 derajat. Mengingat suhu seperti ini, maka untuk lebih amannya dari gangguan udara dingin, tiupan angin yang kencang dan hujan, para pendaki disarankan berlindung di dalam Gua Botol yang mampu menampung sekitar 15 orang. Gua ini baru saja diketemukan. Letaknya sekitar 500 m dari puncak Gunung Penanggungan menurun ke arah Barat. Pintu gua ada 2 buah. Satu lubang dari atas dapat tembus sinar matahari. Ruangan gua berbentuk L. Pintu menghadap ke Utara dan Selatan. Rongga gua lebih kurang 2 m.
Dari kaki sampai lereng bawah Gunung Penanggungan berupa hutan lindung dengan jenis tanaman rimba seperti jempurit, kluwak, ingas, kemiri, dawung, bendo, wilingo dan jabon. Di bawah tegakan pohon-pohon raksasa ini, tumbuh tanaman empon-empon seperti kunir, laos, jahe dan bunga-bunga kecil. Lebatnya pepohonan menyebabkan udara di sini terasa lembab, sinar matahari tidak sepenuhnya menembus tanah. Sampai di lereng atas ditumbuhi cali-andra, yang bercam-pur dengan jenis Resap, Pundung dan Sono.Caliandra merah tampak men-dominasi, tumbuh lebat hampir menu-tup permukaan tanah, walaupun pertumbuhannya kerdil di tengah hamparan rumput gebutan. Demikian juga keadaan di puncak; hanya akar rumput gebutan yang mampu tumbuh menerobos kerasnya batuan padas Gunung Penanggungan.
Keadaan medan Gunung Penanggungan tidak berbeda dengan gunung-gunung lain : datar, landai, miring, berbukit dan berjurang. Di kaki gunung, keadaan medannya landai sampai sejauh 2 km. Naik ke atas kemiringannya berkisar 30 - 40 derajat. Di bagian perut gunung agak curam, berkisar 40 -50 derajat sepanjang 1 km. Sampai di dada gunung, banyak jurang-jurang dengan kemiringan berkisar 50 -60 derajat; tanahnya berbatu sepanjang 2 km dari dada, leher sampai puncak gunung. Medannya amat curam, berbatu, licin dan kemiringannya berkisar 60 -80 derajat sepanjang 1,5 km. sampai di puncak, batu-batu padas nampak di sana-sini. Di puncak terdapat lembah, barangkali semacam kawah yang sudah tidak aktif lagi. Luasnya sekitar 4 ha. Tempat ini biasanya dimanfaatkan untuk base camp. Tempat yang nyaman untuk menikmati keindahan pada malam hari.
Untuk mencapai puncak Gunung Penanggungan terdapat 4 (empat) arah pendakian yaitu via Trawas, Jolotundo, Ngoro dan via Pandaan. Bagi pendaki yang memilih start dari Desa Jolotundo dan Ngoro, di sepanjang jalan akan melewati candi-candi peninggalan purbakala. Yang memilih start dari Desa Trawas dan Pandaan hampir tidak menjumpai peninggalan purbakala.
1. Jalur Trawas
Untuk mencapai Trawas, dari Surabaya atau Dari Malang naik bis menuju Pandaan, naik lagi Minibus menuju ke Trawas. Selama perjalanan jalan yang dilalui sudah beraspal. Dari Desa Trawas,Mojokerto,kita menuju ke desa Rondokuning (6 km) dengan kendaraan roda 4 atau roda 2. Dari desa Rondokuning melewati jalan setapak hutan alam menuju \nke puncak Penanggungan dengan memakan waktu sekitar 3 jam. Sepanjang jalan, pendaki akan melihat pemandangan dari celah-celah lebatnya pohon kaliandra, puncak Gunung Bekel yang merupakan anak Gunung Penanggungan terlihat angker. Rumah-rumah penduduk, pabrik-pabrik, sawah-sawah terlihat di bawah.2. Jalur Jolotundo
Untuk mencapai Jolotundo dari Trawas naik lagi minibus sekitar 9 Km. Desa Jolotundo merupakan salah satu desa yang berada dekat dengan puncak Gunung Penanggungan (6,5 Km). Pendakian lewat Jolotundo membutuhkan total waktu 3 jam. Perjalanan tidak melewati pedesaan, tetapi langsung menyusup ke dalam hutan alam. kemiringan medannya 40 derajat, melewati jalan setapak. Di kanan-kiri terdapat pohon-pohon besar. Hati-hati, di sekitar sini banyak jalan setapak yang menyesatkan.PPLH Seloliman Bila waktu memungkinkan, sempatkanlah mengunjungi PPLH Seloliman - Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman - yang terletak di Desa Seloliman Trawas. PPLH Seloliman, adalah Lemabaga Swadaya Masyarakat (NGO) yang bergerak pada penyadaraan masyarakat terhadap pentingnya wawasan lingkungan hidup melalui berbagai macam metode pendidikan. PPLH Seloliman juga menyediakan paket program ekowisata, salah satunya adalah pendakian gunung penanggungan, di pusat kampusnya juga terdapat cottage/bungalow yang disediakan untuk pengunjung. Saya sarankan anda membuat rencana kunjungan ke tempat ini sebagai salah satu paket wisata anda.
Setelah perjalanan memakan waktu 1 jam, hutan alam terlewati, berganti memasuki hutan caliandra yang amat lebat dengan jalan menanjak. Berjalan sekitar 30 menit pendaki melewati Batu talang, sebuah batu yang panjangnya 7 km tanpa putus, bersumber dari leher Gunung Penanggungan yang memanjnag seperti talang air menerobos hutan sampai ke Desa Jolotundo dan Desa Balekambang.
Dari Batu talang, terus menyusup hutan caliandra. Sekitar 300 m, sampailah di Candi Putri, sebuah candi peninggalan Airlangga yang berukuran 7x7x4 m dalam keadaan tidak utuh. Candi Putri ini dikelilingi oleh hutan caliandra yang sangat lebat. Dari Candi Putri, sekitar 200 m sampai di Candi Pure, yaitu sebuah candi yang berukuran 7x6x2 m terbuat dari batu andesit.
Dari Candi Pure, sekitar 150 m sampai di Candi Gentong. Disini terdapat meja. Candi gentong dan meja sebenarnya bukan candi, tetapi menurut masyarakat setempat dinamakan candi. Candi Gentong merupakan peninggalan kuno yang terbuat dari batu kali. Posisinya bersebelahan. Gentong terletak di sebelah Utara, meja terletak di sebelah selatan tetapi dalam 1 lokasi. Gentong berdiameter 40 cm bagian mulut dan 90 cm bagian perut, tebal 15 cm. Setengan badannya terpendam di dalam tanah. Sedangkan meja panjang 175 cm, lebar 100 cm dan tinggi 125 cm.
Setelah melewati Candi Gentong, perjalanan dilanjutkan menyusur ke atas. Lebih kurang berjalan 50 m sampai di Candi Shinto. Keadaan candi sangat memprihatinkan, panjang 6 m, lebar 6 m, tinggi 3 m, terletak di hutan wilayah RPH Seloliman. Setelah melewati hutan kurang lebih 300 m akan ditemui candi lagi, yaitu Candi Carik dan sekitar 300m Candi Lurah. Dan sampailah di puncak.
3. Jalur Ngoro
Untuk mencapai Ngoro bisa dari arah Pandaan atau dari Arah Mojokerto. Dari arah Pandaan naik minibus jurusan Ngoro sedangan dari arah Mojokerto naik minibus menju arah Ngoro. Desa Ngoro lebih mudah dicapai lewat Mojokerto karena terletak di tikungan jalan jurusan antara Japanan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto; persisnya di kaki Gunung Penanggungan sebelah Utara. Dari desa Ngoro kita menuju ke desa Jedong (6Km) dengan kendaraan angkutan pedesaan lalu perjalanan di teruskan menuju dusun Genting sekitar 3 Km. Masyarakat Desa Genting Sebagaian Besar penduduknya suku Madura.Dari dusun Genting, pendaki naik ke atas memasuki hutan lindung, melewati jalan setapak menyusur ke atas, kemudian menurun dan melewati Candi wayang dan sekitar 2 km menuju puncak dengan medan yang sangat mi\nring antara 70 - 80 derajat. Jalur lewat desa Ngoro ini lebih sulit dibandingkan dengan jalur desa Jolotundo.
4. Jalur Pandaan
Untuk mencapai Pandaan sangat mudah karena terletak di Jalan yang di lintasi Bis Malang - Surabaya.Pemanduan dan Perijinan
Untuk melakukan pendakian ke Gunung Penanggungan terlebih dahulu minta ijin di KPH Pasuruan. Untuk mencari pemanduan ke Gunung Penanggungan bisa di cari di PPLH Seloliman dan di sini tersedia penginapan. Sebaiknya sebelum melakukan pendakian perbekalan harus di sediakan secara baik serta Peta dan kompas harus di bawa karena lereng gunung yang curam serta banyaknya jalan bercabang menyebabkan mudahnya kita tersesat
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
gunung argopuro
Gunung Argopuro atau Argopura (3.088 m.dpl), termasuk jenis gunung yang mempunyai banyak puncak, terdapat ± 14 puncak di jajaran Pegunungan Iyang. Terletak di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur dan berada dalam pengawasan Sub BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) wilayah Jember. Gunung Argopuro merupakan gunung yang mempunyai jalur pendakian terpanjang diantara jalur gunung-gunung di Pulau Jawa lainnya. Memiliki peninggalan bersejarah dari Zaman Prasejarah hingga masa pendudukan Jepang.jalur pendakian
Jalur pendakian menuju Gunung Argopuro terdapat 2 jalur utama yang umum dipakai oleh para pendaki, yang pertama adalah lewat Baderan, Besuki atau lewat Desa Bremi, Probolinggo. Tapi umumnya para pendaki menggunakan Jalur Bremi, Probolinggo menuju Baderan Situbondo. Beberapa alasan adalah jalur tersebut lebih dekat menuju puncak, juga jika sekalian ingin melakukan pendakian Rally di sejumlah gunung-gunung yang berdekatan, biasa disebut Gorajen (Argopuro, Raung dan Ijen).
jalur bremei
Untuk mencapai Desa Bremi (960 m.dpl) sangat mudah karena ada bis umum yang menuju desa ini 2 (dua) kali sehari dari terminal bis Probolinggo lama, jam 06.00 pagi dan jam 12.00 siang, yang tarifnya Rp.3.500,- atau dari Terminal Bayuangga, Probolinggo naik bis atau minibus menuju Pajarakan dengan tarifnya Rp. 1500,-, karena disini ada minibus menuju Desa Bremi yang tarifnya Rp.3.500,-. Tetapi bila pergi berombongan, dari Terminal Bayuangga ada minibus yang dapat membawa kita langsung ke Bremi.
Sampai di Bremi, kita harus melapor pada petugas KSDA dan POLSEK Krucil di Bremi untuk meminta ijin melakukan pendakian dan usahakan pendakian kita lakukan pada pagi hari.
Di Bremi sebaiknya kita menginap untuk melanjutkan perjalanan pagi harinya. Di desa ini, terdapat penginapan relatif murah.Untuk menginap kita bisa menghubungi Pak Bawon atau masyarakat setempat tentang yang mengelola penginapan. Salah satunya adalah penginapan bekas peninggalan Belanda yang memiliki ciri bangunan yang khas.
Esok harinya kita berjalan menyusuri jalan berbatu, menuju Perkebunan “Air Dinginâ€, mendekati gerbang Perkebunan berbelok kekanan menuju Danau Taman Hidup (1.900 m.dpl). Perjalanan melewati hutan alam produksi dan hutan pinus dan kita akan menjumpai banyak tanjakan yang mempunyai kemiringan yang tinggi. Perjalanan membutuhkan waktu 4 jam pendakian kita akan sampai di Taman Hidup. Danau Taman Hidup merupakan sebuah danau yang sangat indah, disekelilingnya terdapat lereng-lereng gunung yang mempunyai vegetasi yang rapat. Keanekaragamam hewan air bisa kita jumpai serta binatang banyak berkeliaran.Di sepanjang jalan, terutama di awal-awal perjalanan lewat jalur Bremi akan kita temui banyak lintah dan tumbuhan api-api di kanan-kiri. Jadi sebaiknya lindungi diri dengan baju lengan panjang dan pelindung kaki (gaiter).
Setelah berjalan 7 jam melalui perkebunan damar dan hutan tropis dari Bremi, kita akan sampai di Aeng Kenek. Sesampai di Aeng Kenek, kita menempuh perjalanan 1 jam lagi, dan kita sampai di Aeng Poteh atau Cisentor, yang merupakan persimpangan jalan menuju puncak dan ke arah Baderan.Di Aeng poteh, terdapat air sungai yang mengalir jernih,yang bewarna keputih-putihan. Karena itulah tempat ini dinamakan Aeng Poteh (aeng = air, poteh = putih).
Di Aeng Poteh/persimpangan Cisentor, pada bulan-bulan tertentu seperti bulan September akan kita jumpai tikus-tikus hutan yang amat banyak dan hiperaktif. Tikus-tikus ini berani mendekati kita dan tak segan-segan untuk menggigit carrier untuk menda\npatkan makanan di dalamnya. Jadi pastikan bahwa carrier kita terlindungi dengan baik. Begitu juga dengan kerapatan pintu tenda, karena bukan tak mungkin tikus-tikus akan menyelinap masuk dan bermain-main di kontur wajah kita.
Setelah perjalanan sekitar 1 jam 45 menit menuju puncak, kita akan melewati Rawa Embik, dimana terdapat sungai yang merupakan tempat minum kambing-kambing gunung. Disepanjang perjalanan banyak tempat untuk mendirikan tenda, dan air tersedia cukup melimpah. Perlu 1 jam perjalanan lagi untuk mencapai Puncak Rengganis (2.920 m.dpl).Di Gunung Argopuro, puncak yang sering dikunjungi adalah Puncak Rengganis, Puncak Argopuro (3.088 m.dpl) jarang dikunjungi karena jalannya tertutup hutan lebat. Di Puncak Rengganis ini pernah ditemukan arca Dewi Rengganis, yang menurut cerita adalah putri Raja Majapahit terakhir, Raden Brawijaya, yang melarikan diri dan menyepi di Gunung Argopuro. Di puncak ini masih ditemukan petilasan Candi yang telah runtuh.
Puncak Rengganis ini, merupakan bekas kawah belerang. Menurut kepercayaan setempat di Puncak Rengganis ini terdapat pusat kerajaan para lelembut (jin). Sehingga dari waktu kewaktu ada para pengunjung yang menaruh sesajian di Puncak Rengganis ini.
jalur baderan
Untuk capai Desa Baderan, dari Surabaya kita menuju Probolinggo dengan bis. Kemudian diteruskan menuju Banyuwangi turun di Besuki. Dari Besuki diteruskan menuju Besa Baderan (725 m.dpl), yang jaraknya 22 km dari Besuki, dengan menggunakan angkutan umum (Rp. 1500, siang).
Sebelum mendaki kita harus melapor pada petugas KSDA dan polisi setempat untuk meminta ijin dan menyiapkan air disini, karena air hanya akan kita jumpai di Sumber Air (5 jam perjalanan dari Baderan). Dari Baderan kita menuju Cemoro Panjang (2.141 m.dpl), selama 7 jam perjalanan, melewati Sumber Air (1.710 m.dpl). Hutan yang dilalui adalah hutan pinus dan hutan alam. Dari Cemoro Panjang kita menuju Alun-alun Kecil (2.040 m.dpl), kurang lebih 1 jam 15 menit, dan dilanjutkan menuju Alun-alun Besar atau yang lebih dikenal dengan Sikasur (2.500 m.dpl), selama 2 jam 45 menit.
Perjalanan 3 jam dari Cikasur kita sampai di Aeng Poteh atau persimpangan Cisentor, pertigaan Baderan - Puncak - Bremi. Turun dari puncak Argopuro, kita dapat memilih turun lewat Bremi selama 11 jam, atau kembali lewat Baderan selama 13 jam.
Sikasur, berupa padang rumput yang luas, sangat bagus untuk dijadikan camp, karena terdapat sungai kecil yang mengalir jernih dihiasi tumbuhan Selada air (penduduk setempat menyebutnya Arnong). Di Sikasur ini juga terdapat bekas lapangan terbang yang dibuat oleh A.J.M Ledeboer pada tahun 1940-an. Lapangan terbang tersebut, konon digunakan untuk kegiatan pembudidayaan rusa yang didatangkan dari luar, sisa-sisa populasi masih ada tetapi semakin berkurang.
Jika ingin mendaki Gunung Argopuro, terlebih dahulu kita harus meminta ijin ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Timur di Surabaya Atau bisa juga ke Sub Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur II dengan alamat, Jl. Jawa 36, Jember 68101, telp. (0331) 85079. Di Bremi, kita harus melaporkan diri dulu di Pos Sub KSDA Pegunungan Yang Barat di Krucil, terletak 2 km sebelum Bremi.
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
ranu pane,ranu regulo dan ranu kumbolo
Ranu Pane dan Ranu Kumbolo :
Ranu Pane adalah sebuah desa paling ujung untuk lokasi pendakian ke Gunung Semeru, desa ini terletak di ketinggian 2.200 mdpl. Dari desa ini terlihat puncak Gunung Semeru. Di bagian belakang desa ini terdapat dua danau yang airnya kehijau-hijauan (Danau=Ranu) yaitu Ranu Pane dan Ranu Regulo, kendaraan untuk menuju tempat ini adalah pick-up terbuka. Untuk Trip Jejak Kaki kali ini kita akan menikmati perjalanan dari Bromo menuju desa ini dengan kendaraan Pick-up terbuka ini dengan pemandangan Padang atau yang dikenal lautan pasir lalu menuju padang rumput sekitar kawasan Gunung Bromo. Perjalanan ditempuh kurang lebih 1,5 jam sampai ke Ranu Pane. ni photo senior kami
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
memorial,
tempat eksotik
air terjun delundung
air terjun delundung



air terjun delundung terletak di kawasan kaki gunung arjuno tepatnya desa delundung trawas ,mojokerto, jawatimur dengan fasilitas tempat berkemah yang sangat luas nan terjaga naaf sayalupa mengambil foto air terjun yang utama di karenakan lupa tapi di sini saya mengambil air terjun yang atas,yaitu air terjun kembar yang kebih original tempay nya
disini terdapat lebih dari satu air terjun yang menghujan tubuh saya dan terdapat sumber air minum yang di kosumsi warga sekitar
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
pananjakan
pananjakan merupakan wisata unggulan kabupaten pasuruan.






pananjakan di sini saya menunjukan informasi tentang penanjakan
pananjakan terletak di selatan desa wonokitri kabupaten pasuruan jawa timur .kalaw kita mau ke pananjakan ada dua jalur yaitu jalur probolinggo dan pasuruan(serpan/pandaan) tapi lebih baik lewat pasuruan
kita dapat menyaksikan venomena alam munculnya matahari dari ufuk timur,anda juga akan ditampilkan oleh ke eloken gunung bromo dan semeru juga laut pasir yang luas.adapu jalur yang dapat dilalui bila anda lewat pasuruan adalah bila anda naik motor ataw mobil,anda cari aja kota pasuruan terus anda bisa ber gerak ke arah selatan menuju malang uuups jangan sampai kejauhan ..sampai di desa poh jentrek(waringdowo) pertigaan bergegas belok ke timur terus en coba anda tanyak desa ranggeh(pasar) anda langsung ke selatan terus notok sampai melewati desa paserpan terus sampai tosari ingat kalau ada pertigaan jangan belok lo terus aja anda akan sampai ke pos gunung bromo la disitu ...anda akan di kenakan biyaya yang lumayan murah lah bagi kocek kita,,terus lanjutin deh mau kemana anda......pananjakan....dengklek...bromi.....biutipulllloooll
pananjakan






pananjakan di sini saya menunjukan informasi tentang penanjakan
pananjakan terletak di selatan desa wonokitri kabupaten pasuruan jawa timur .kalaw kita mau ke pananjakan ada dua jalur yaitu jalur probolinggo dan pasuruan(serpan/pandaan) tapi lebih baik lewat pasuruan
kita dapat menyaksikan venomena alam munculnya matahari dari ufuk timur,anda juga akan ditampilkan oleh ke eloken gunung bromo dan semeru juga laut pasir yang luas.adapu jalur yang dapat dilalui bila anda lewat pasuruan adalah bila anda naik motor ataw mobil,anda cari aja kota pasuruan terus anda bisa ber gerak ke arah selatan menuju malang uuups jangan sampai kejauhan ..sampai di desa poh jentrek(waringdowo) pertigaan bergegas belok ke timur terus en coba anda tanyak desa ranggeh(pasar) anda langsung ke selatan terus notok sampai melewati desa paserpan terus sampai tosari ingat kalau ada pertigaan jangan belok lo terus aja anda akan sampai ke pos gunung bromo la disitu ...anda akan di kenakan biyaya yang lumayan murah lah bagi kocek kita,,terus lanjutin deh mau kemana anda......pananjakan....dengklek...bromi.....biutipulllloooll
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
memorial,
tempat eksotik
gunung arjuno
INI PERJALANAN Q KEMARIN
SAYA KEMARIN PERGI K GUNUNG ARJUNO
saya bersama temen saya kemarin pergi ke gunung arjuno yang terkenal sebagai tempat petapa legenda pewayangan yaitu arjuno yang menginginkan kesaktian dalam memenangkan pertempuran.
gunung arjuno merupakan saalah satu gunung yang terdapat di jawa timur yang menarik untuk di daki demi suatu kepuasan yang tak dapat q devinisikan dan patut kita jaga kelestarian,keindahan,kebersihan bahkan kalaw perlu ke asliannya.
gunung arjuno merupakan gunung yang memiliki banyak jalur pendakian,kali ini saya mendaki lewat jalur lawang,disini pertama kami naik bus turun di pasar lawang.ingat kalaw perlu bekal beli di sini ja karena lengkap kalaw da apa-apa yang kurang,kemudian naik ojek rp4000/orang(hasil nawar)menuju pos perijinan lalu mulailah pendakian melewati kebun teh,setelah beberapa kilo kami istirahat di sebuah pos pendakian dan menisi air kami d sana.mumpung musim ujan banyak air.setelah beberapa saat kami lanjutkan perjalanan kamisetelah beberapa jam kami jalan akhirnya kami istirahat juatapi q tetep semangat ...
kami akhirnya kemalaman en mendirikan tenda.
keesokan dini hari kami menuju puncak dengan rasa bangga dan mendapatkan sesuatu yang tak ternilai rasanya.
aslinya ceritanya panjang uda dulu ya...
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
3
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
upacara karo
Upacara karo
Upacara Karo atau biasa disebut Hari Raya Karo merupakan upacara terbesar yang dilakukan masyarakat tengger. Upacara ini diadakan sekali dalam setahun selama tujuh hari. Upacara ini selalu dilakukan berurutan sesuai dengan aturan yang telah ada . Upacara Karo ini menceritakan tentang asal mula adanya manusia di bumi, adanya keturunan sampai kembalihnya Roh ke hadapan Hyang Widiwasa. Tujuan akhir dari semuanya adalah untuk mendapatkan kesempurnaan yaitu tidak mengalami penjelmaan kembali.Dalam upacara karo ini hamper semua masyarakat tengger mengikutinya baik agama islam, katolik / keristen dan agama hindu itu sendiri. Upacara karo dilaksanakan selama satu bulan dan dilaksanakan pada bulan ke dua dalam penanggalan hindu. Acara ini di lakukan untuk mengenang masa Satya Yoga yang pada jaman itu masyarakat masih sedikit dan hidup makmur. Upacara Adat pembukaan Hari Raya Karo di buka di Desa Tosari maka penutupannya dilakukan oleh masing-masing Desa diseluruh wilayah Tengger Brang Kulon (Desa Ngadiwono, Podokoyo, Sedaeng, Mororejo, Kandangan, Baledono, dan Wonokitri). selain diadakan acara ritual juga ditampilkan Tari Ujung ( Ujung-ujungan) pada acara pembuka karo bawahan.
Upacara karo memiliki beberapa bagian di antaranya: NGUMPUL arti ngumpul disini semua / beberapa warga dari beberapa desa yang termasuk suku tengger berkumpul merundingkan kapan dilaksanakan nya upacara karo dan semua persiapan-persiapan tentang upacara karo sebagai acara pembuka abakah acara UBO RAMPE yaitu upacara pembuka berupa membuka beberapa pusaka , kemudian dilanjutkan membuka Pusaka Jimat klintong. Isi dari Jimat Klontong tersebut adalah Picis Satak ( uang logam kuno dari zaman Kerajaan Kediri maupun Majapahit ) dan seperangkat pakaian dari Joko Seger dan Loro Anteng ( sayang disangsikan keasliannya ). Biasanya setiap kaliPusaka Jimat klontong dibuka,ada sebagian masyarakat Tengger yang menukar uang logam biasa ( biasanya mereka yang punya nadar ) dan nanti dikembalikan pada Upacara Karo tahun berikutnya , MEPEK yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan warga untuk memenuhi atau mencukupi kebutuhan hidup mereka, sambil mempercayai sesuatu kepercayaan yang telah turun temurun ada dalam upacara karo ataw sering masyarakat menyebut TEKANE PENG PITU, dan PEPENGAN yaitu sore atau malam sebelum hari raya Karo dilaksanakan. Pada saat Prepegan biasanya para ibu disibukan dengan menyiapkan makanan. Makanan ini yang akan nantinya disuguhkan untuk perjamuan pada waktu Upacara hari raya Karo. Makanan di sajikan dalam dipan yang tepinya ditutup dengan kain putih. Kemudian KEMUDIAN TUMPENGAN BADUNGAN merupakan tumpeng yang akan dibawah oleh setiap kepala keluarga. Tumpeng ini akan di bawah ke tempat upacara karo di laksanakan atau tempat kepala desa yang selanjutnya akan di makan bersama. Seperti pada peringatan lainnya tumpeng akan dibacakan do’a terlebih dahulu sebelum di makan bersama, dan TUNPENG IJEN yaitu satu tumpeng tapi biasanya besar untuk di bacakan doa dan di makan dalam upacara karo sekarang sudah di sepakati bahwa masakan yang di olah harus halal supaya masyarakat yang beragana beda tidak ragu untuk makan dan melakukan SESANDING yaitu berupa upacara yang di peruntukan untuk keluarga, NYANDRAN yang merupakan sebuah kegiatan atau upacara menabur bunga di makam. Upacara Nyadran ini biasanya dilakukan lima hari setelah di lakukannya upacara sesandingan. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada leluhur yang telah memberikan keturunan atau Suputra pada masyarakat Tengger dan harus melakukan SEDEKAH PANGGONAN sedekah panggonan merupakan upacara yang dilakukan agar roh atau atman yang belum diterima oleh Hyang Widiwasa tidak mengganggu manusia khususnya masyarakat Tengger, terus MULIHE PING PITU merupakan rangkaian terakhir dari upacara Karo sendiri. Upacara ini dilakukan agar roh manusia yang masih berada di bumi kembali ke hadapan Hyang Widiwasa atau Sang Pencipta.
Upacara Karo atau biasa disebut Hari Raya Karo merupakan upacara terbesar yang dilakukan masyarakat tengger. Upacara ini diadakan sekali dalam setahun selama tujuh hari. Upacara ini selalu dilakukan berurutan sesuai dengan aturan yang telah ada . Upacara Karo ini menceritakan tentang asal mula adanya manusia di bumi, adanya keturunan sampai kembalihnya Roh ke hadapan Hyang Widiwasa. Tujuan akhir dari semuanya adalah untuk mendapatkan kesempurnaan yaitu tidak mengalami penjelmaan kembali.Dalam upacara karo ini hamper semua masyarakat tengger mengikutinya baik agama islam, katolik / keristen dan agama hindu itu sendiri. Upacara karo dilaksanakan selama satu bulan dan dilaksanakan pada bulan ke dua dalam penanggalan hindu. Acara ini di lakukan untuk mengenang masa Satya Yoga yang pada jaman itu masyarakat masih sedikit dan hidup makmur. Upacara Adat pembukaan Hari Raya Karo di buka di Desa Tosari maka penutupannya dilakukan oleh masing-masing Desa diseluruh wilayah Tengger Brang Kulon (Desa Ngadiwono, Podokoyo, Sedaeng, Mororejo, Kandangan, Baledono, dan Wonokitri). selain diadakan acara ritual juga ditampilkan Tari Ujung ( Ujung-ujungan) pada acara pembuka karo bawahan.
Upacara karo memiliki beberapa bagian di antaranya: NGUMPUL arti ngumpul disini semua / beberapa warga dari beberapa desa yang termasuk suku tengger berkumpul merundingkan kapan dilaksanakan nya upacara karo dan semua persiapan-persiapan tentang upacara karo sebagai acara pembuka abakah acara UBO RAMPE yaitu upacara pembuka berupa membuka beberapa pusaka , kemudian dilanjutkan membuka Pusaka Jimat klintong. Isi dari Jimat Klontong tersebut adalah Picis Satak ( uang logam kuno dari zaman Kerajaan Kediri maupun Majapahit ) dan seperangkat pakaian dari Joko Seger dan Loro Anteng ( sayang disangsikan keasliannya ). Biasanya setiap kaliPusaka Jimat klontong dibuka,ada sebagian masyarakat Tengger yang menukar uang logam biasa ( biasanya mereka yang punya nadar ) dan nanti dikembalikan pada Upacara Karo tahun berikutnya , MEPEK yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan warga untuk memenuhi atau mencukupi kebutuhan hidup mereka, sambil mempercayai sesuatu kepercayaan yang telah turun temurun ada dalam upacara karo ataw sering masyarakat menyebut TEKANE PENG PITU, dan PEPENGAN yaitu sore atau malam sebelum hari raya Karo dilaksanakan. Pada saat Prepegan biasanya para ibu disibukan dengan menyiapkan makanan. Makanan ini yang akan nantinya disuguhkan untuk perjamuan pada waktu Upacara hari raya Karo. Makanan di sajikan dalam dipan yang tepinya ditutup dengan kain putih. Kemudian KEMUDIAN TUMPENGAN BADUNGAN merupakan tumpeng yang akan dibawah oleh setiap kepala keluarga. Tumpeng ini akan di bawah ke tempat upacara karo di laksanakan atau tempat kepala desa yang selanjutnya akan di makan bersama. Seperti pada peringatan lainnya tumpeng akan dibacakan do’a terlebih dahulu sebelum di makan bersama, dan TUNPENG IJEN yaitu satu tumpeng tapi biasanya besar untuk di bacakan doa dan di makan dalam upacara karo sekarang sudah di sepakati bahwa masakan yang di olah harus halal supaya masyarakat yang beragana beda tidak ragu untuk makan dan melakukan SESANDING yaitu berupa upacara yang di peruntukan untuk keluarga, NYANDRAN yang merupakan sebuah kegiatan atau upacara menabur bunga di makam. Upacara Nyadran ini biasanya dilakukan lima hari setelah di lakukannya upacara sesandingan. Upacara ini dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada leluhur yang telah memberikan keturunan atau Suputra pada masyarakat Tengger dan harus melakukan SEDEKAH PANGGONAN sedekah panggonan merupakan upacara yang dilakukan agar roh atau atman yang belum diterima oleh Hyang Widiwasa tidak mengganggu manusia khususnya masyarakat Tengger, terus MULIHE PING PITU merupakan rangkaian terakhir dari upacara Karo sendiri. Upacara ini dilakukan agar roh manusia yang masih berada di bumi kembali ke hadapan Hyang Widiwasa atau Sang Pencipta.
Diposting oleh
PENCINTA ALAM CAKRAWANA
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
tempat eksotik
DAFTAR ISI
Daftar Isi Blog Berdasarkan Label / Category
PA CAKRAWANA
Labels
Materi Lapangan
(14)
tempat eksotik
(11)
memorial
(10)
ilmu pengetahuan
(6)
kata mutiara / bijak
(6)
gareng
(1)
















